
WISATAKITAIDN. Dulu, Thailand adalah primadona bagi wisatawan Vietnam. Setiap musim liburan, ribuan pelancong dari Hanoi hingga Ho Chi Minh City berbondong-bondong mengisi pasar malam Bangkok, menyusuri kuil-kuil di Chiang Mai, atau bersantai di pantai Phuket. Tapi belakangan, situasinya berubah. Thailand, yang dulu bersinar terang, kini perlahan meredup di radar wisatawan Vietnam. Ada apa sebenarnya?
Dari Favorit Jadi “Nomor Dua”
Thailand dulunya seperti “tetangga favorit” dekat, terjangkau, dan menyenangkan. Tapi kini, para turis Vietnam mulai melirik ke arah lain. Negara-negara seperti Singapura, Jepang, Korea Selatan, bahkan Eropa, justru kini mencuri perhatian. Beberapa agen perjalanan di Vietnam mencatat tren penurunan jumlah pemesanan ke Thailand selama beberapa bulan terakhir.
Alasan utamanya? Kombinasi antara harga yang tak lagi bersahabat dan pengalaman wisata yang mulai terasa repetitif.
Biaya Liburan Tak Lagi “Murah Meriah”
Naiknya biaya perjalanan menjadi faktor utama yang memengaruhi keputusan turis Vietnam. Harga tiket pesawat yang melonjak, penginapan yang semakin mahal, dan biaya wisata yang terus merangkak naik membuat Thailand kehilangan nilai ekonomisnya.
Bagi banyak wisatawan Vietnam yang bepergian bersama keluarga, hitung-hitungan budget menjadi pertimbangan serius. Liburan yang dulunya bisa dinikmati dengan tenang kini jadi beban karena pengeluaran membengkak.
“Sudah Pernah, Sudah Tahu” Rasa Bosan Mulai Muncul
Selain urusan biaya, banyak pelancong merasa pengalaman berlibur ke Thailand tak lagi memberi kejutan. Kuliner, belanja, dan spot wisata yang ditawarkan cenderung “itu-itu saja.” Bagi wisatawan yang sudah lebih dari sekali mengunjungi Thailand, tak ada sensasi baru yang ditawarkan.
Hal ini menjadi tantangan besar bagi pariwisata Thailand bagaimana menyegarkan kembali daya tarik lama agar tetap terasa menggoda di mata turis berulang?
Masih Ada yang Bertahan Alam dan Budaya
Meski kota-kota populer seperti Bangkok mulai kehilangan pesonanya, destinasi alam seperti Chiang Mai, Krabi, atau Pai ternyata masih punya daya tarik tersendiri. Bagi wisatawan yang mencari ketenangan, keindahan alam Thailand masih memikat.
Beberapa agen perjalanan menyebut destinasi-destinasi tersebut masih masuk dalam wishlist wisatawan muda Vietnam yang ingin menjauh dari hiruk-pikuk kota.
Persaingan Makin Ketat, Thailand Harus Segera Berbenah
Tak bisa dipungkiri, Thailand kini menghadapi persaingan ketat dari negara-negara tetangga. Malaysia, Vietnam sendiri, bahkan Filipina mulai menunjukkan tajinya dengan inovasi-inovasi baru di sektor pariwisata. Masing-masing berlomba-lomba menawarkan wisata berbasis budaya, alam, dan digital experience.
Thailand masih punya banyak kelebihan. Tapi jika tak segera berinovasi, bukan tidak mungkin negara ini akan terus tergeser dari posisi “destinasi impian” di Asia Tenggara.
Rebranding atau Tertinggal?
Wisata Thailand memang belum sepenuhnya kehilangan pesona. Tapi untuk merebut kembali hati turis Vietnam (dan wisatawan regional lainnya), dibutuhkan lebih dari sekadar nama besar. Perlu penyegaran, penyesuaian, dan pendekatan baru agar Negeri Gajah Putih kembali jadi bintang utama dalam peta liburan Asia.









