Parkir 4 Hari di Bandara Soetta Tembus Rp 1,2 Juta, Ini Penyebab dan Solusinya

WISATAKITAIDN. Fenomena parkir mahal di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) kembali jadi perbincangan publik. Belum lama ini, sebuah video viral memperlihatkan seorang pengguna harus membayar biaya parkir hingga Rp 1,2 juta setelah meninggalkan kendaraannya selama empat hari di Terminal 3. Nominal yang dianggap fantastis itu membuat warganet ramai berkomentar, bahkan ada yang menyamakannya dengan harga tiket pesawat rute domestik.

Kejadian ini menimbulkan banyak pertanyaan: apakah tarif parkir di Soetta memang setinggi itu, atau ada kesalahan dalam pemilihan lokasi parkir?

Kronologi Kasus Parkir Rp 1,2 Juta

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan bukti pembayaran parkir dengan total Rp 1,2 juta. Kendaraan diketahui diparkir sejak 8 September hingga 12 September 2025 di area parkir reguler Terminal 3.

Jika dihitung, biaya tersebut sesuai dengan tarif yang berlaku: Rp 9.000 pada jam pertama dan Rp 6.000 untuk setiap jam berikutnya. Karena dihitung per jam, total biaya pun membengkak ketika mobil ditinggalkan hingga empat hari.

Unggahan ini sontak menarik perhatian ribuan pengguna internet. Banyak yang heran, banyak pula yang menyayangkan karena sebenarnya Bandara Soetta sudah menyediakan fasilitas parkir inap yang tarifnya jauh lebih terjangkau untuk kebutuhan jangka panjang.

Reaksi Netizen

Warganet membanjiri kolom komentar dengan beragam opini. Sebagian merasa kaget dengan nominalnya, namun tidak sedikit pula yang menilai bahwa pengendara memang salah memilih lokasi parkir.

“Kalau parkir lama, harusnya di parkir inap, bukan reguler,” tulis seorang netizen.

“Salah lokasi, makanya mahal. Bandara kan ada fasilitas parkir inap,” tambah yang lain.

Diskusi ini pun melebar ke isu literasi publik mengenai perbedaan jenis layanan parkir di bandara. Banyak orang yang mungkin belum mengetahui aturan detail tarif, sehingga salah pilih area bisa berdampak besar pada biaya.

Klarifikasi dari Pihak Bandara

Menanggapi ramainya perbincangan, pihak pengelola Bandara Soekarno-Hatta memberikan penjelasan resmi.

Deputy Communication & Legal Bandara Soetta, M Holik Muardi, menegaskan bahwa tarif Rp 1,2 juta tersebut sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Menurutnya, pengguna jasa parkir saat itu memang memarkirkan kendaraan di area reguler Terminal 3 yang diperuntukkan hanya untuk kebutuhan singkat.

“Untuk yang parkir lebih dari satu hari, sebaiknya menggunakan fasilitas parkir inap. Tarifnya lebih hemat karena dihitung per 24 jam, bukan per jam,” jelas Holik.

Pihak bandara berharap kasus viral ini bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih cermat dalam memilih lokasi parkir sesuai kebutuhan perjalanan.

Perbedaan Parkir Reguler dan Parkir Inap

Untuk menghindari kebingungan, berikut perbedaan utama antara kedua layanan parkir di Bandara Soekarno-Hatta:

  • Parkir Reguler

Lokasi: dekat terminal (khususnya untuk keperluan antar-jemput).

Tarif: Rp 9.000 untuk jam pertama (Terminal 3), Rp 6.000 untuk jam berikutnya.

Cocok untuk: penjemputan, mengantar keluarga, atau parkir singkat beberapa jam.

  • Parkir Inap

Lokasi: agak lebih jauh dari terminal, namun tersedia shuttle untuk akses cepat.

Tarif: Rp 100.000 per 24 jam di Terminal 3 (Rp 80.000 di Terminal 1 dan 2).

Cocok untuk: menitipkan kendaraan selama beberapa hari ketika bepergian.

Dengan perhitungan ini, parkir inap selama empat hari di Terminal 3 seharusnya hanya sekitar Rp 400.000, jauh lebih hemat dibanding Rp 1,2 juta di parkir reguler.

Tips Hemat Parkir di Bandara Soetta

Agar tidak mengalami kasus serupa, berikut beberapa tips praktis untuk para traveler:

  • Rencanakan sejak awal – Jika tahu akan bepergian lebih dari satu hari, arahkan kendaraan langsung ke area parkir inap.
  • Perhatikan papan informasi – Tarif dan perbedaan area parkir biasanya tercantum jelas di pintu masuk.
  • Gunakan transportasi umum – Alternatif seperti Kereta Bandara, bus DAMRI, hingga taksi online bisa mengurangi beban biaya parkir.
  • Cek informasi resmi – Tarif bisa berubah sewaktu-waktu. Pastikan memeriksa website Angkasa Pura II atau aplikasi resmi sebelum keberangkatan.

Mengapa Kasus Ini Viral?

Fenomena viral Rp 1,2 juta ini bukan semata soal tarif, melainkan juga soal persepsi publik. Banyak orang merasa jumlah tersebut terlalu besar untuk “sekadar” parkir, tanpa memahami mekanisme perhitungan tarif per jam.

Kasus ini memperlihatkan pentingnya edukasi publik. Dengan informasi yang jelas, masyarakat bisa mengambil keputusan lebih tepat dan menghindari biaya yang tidak perlu.

Penutup

Biaya parkir Rp 1,2 juta di Bandara Soekarno-Hatta sebetulnya bukan karena tarif yang salah, melainkan akibat pengguna salah memilih lokasi parkir. Fasilitas parkir inap sebenarnya sudah tersedia dengan harga lebih bersahabat, khusus untuk kebutuhan jangka panjang.

Bagi calon penumpang, kejadian ini menjadi pengingat untuk lebih cermat membaca informasi tarif dan memilih area parkir yang sesuai. Dengan begitu, perjalanan pun terasa lebih tenang, nyaman, dan tentu saja lebih hemat.

Design a site like this with WordPress.com
Get started