Pariwisata Vietnam Melejit Peringkat Ke-4 Dunia, Lampaui Indonesia

WISATAKITAIDN. Industri pariwisata global kembali menunjukkan geliat positif setelah sempat terpuruk akibat pandemi. Dari berbagai negara yang bersaing menarik wisatawan, Vietnam tampil mengejutkan. Negara di Asia Tenggara ini berhasil mencatat pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara yang begitu pesat, hingga menempatkannya di posisi ke-4 dunia. Menariknya, capaian tersebut membuat Vietnam melampaui Indonesia yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan kawasan.

Lonjakan Wisatawan di Vietnam

Data terbaru dari UNWTO (United Nations World Tourism Organization) menunjukkan bahwa kunjungan wisatawan ke Vietnam pada tahun 2024 meningkat hingga 38,64% dibanding tahun sebelumnya. Angka ini menjadi sinyal kuat bahwa Vietnam telah bangkit dengan cepat, bahkan lebih cepat dari beberapa destinasi wisata populer dunia lainnya.

Sementara itu, Indonesia juga mencatat pertumbuhan, yakni sekitar 19,6%. Meskipun bukan angka kecil, hasil ini masih jauh tertinggal dari laju Vietnam. Hal tersebut sekaligus menjadi alarm bagi sektor pariwisata tanah air untuk bergerak lebih agresif.

Siapa Saja yang Ada di Peringkat Atas?

Vietnam bukan satu-satunya negara yang berhasil menarik banyak wisatawan internasional. Di posisi teratas daftar negara dengan pertumbuhan tercepat ada:

  • Korea Selatan – dengan lonjakan sebesar 48,82%.
  • Jepang – tumbuh 47,09%.
  • Chili – mengalami peningkatan 40,42%.
  • Vietnam – dengan pertumbuhan 38,64%.

Dengan pencapaian tersebut, Vietnam masuk dalam kelompok elit negara yang paling berhasil mengembangkan pariwisata dalam periode pemulihan global.

Posisi Negara Tetangga di Asia Tenggara

Bagaimana dengan negara Asia Tenggara lainnya? Jika dilihat dari data, Vietnam benar-benar unggul.

  • Thailand berada di posisi ke-12 dengan pertumbuhan 26,27%.
  • Laos mencatat peningkatan 25,29%.
  • Malaysia naik 24,20%.
  • Kamboja tumbuh 22,87%.
  • Singapura sebesar 21,22%.

Jika dibandingkan, semua negara tetangga tersebut masih tertinggal jauh. Artinya, Vietnam kini menjadi sorotan baru di kawasan dengan pertumbuhan wisata tercepat.

Apa yang Membuat Vietnam Begitu Menarik?

Keberhasilan Vietnam dalam mendongkrak sektor pariwisata tentu tidak datang begitu saja. Ada sejumlah faktor yang mendorong pesatnya pertumbuhan ini:

  1. Kekayaan Budaya dan Alam yang Mendunia
    Vietnam menawarkan kombinasi antara destinasi alam menakjubkan seperti Ha Long Bay, perbukitan Sapa, dan pantai Da Nang, dengan warisan budaya kota tua seperti Hanoi dan Hoi An. Perpaduan ini membuat wisatawan merasa bisa mendapatkan banyak pengalaman dalam satu perjalanan.
  2. Kuliner yang Mendunia
    Hidangan khas Vietnam, mulai dari pho, banh mi, hingga kopi Vietnam, menjadi daya tarik tersendiri. Wisata kuliner menjadi salah satu alasan utama turis mancanegara datang.
  3. Kebijakan Pemerintah yang Mendukung
    Pemerintah Vietnam secara aktif mendorong promosi wisata, memperbaiki infrastruktur, hingga memberikan kemudahan akses bagi turis asing. Salah satunya adalah fasilitas bebas visa untuk sejumlah negara tertentu.
  4. Pemulihan Cepat Pasca Pandemi
    Sejak pembukaan kembali perbatasan, Vietnam cepat beradaptasi. Upaya pemulihan berjalan efektif sehingga wisatawan merasa aman dan nyaman untuk kembali berkunjung.

Indonesia Masih Harus Mengejar

Meskipun Vietnam berhasil melaju pesat, Indonesia sebenarnya masih punya potensi yang sangat besar. Bali tetap menjadi destinasi unggulan dunia, sementara daerah lain seperti Labuan Bajo, Yogyakarta, Raja Ampat, hingga Danau Toba memiliki daya tarik tak kalah memikat.

Namun, ada beberapa tantangan yang perlu diperhatikan:

  • Konektivitas dan Infrastruktur – transportasi ke destinasi wisata masih belum semudah negara pesaing.
  • Promosi Internasional – branding pariwisata Indonesia perlu lebih gencar agar menyaingi daya tarik global Vietnam.
  • Kebijakan Visa dan Regulasi – kemudahan masuk bagi wisatawan asing juga bisa menjadi faktor penentu.

Dengan pembenahan serius di sektor ini, Indonesia masih bisa mengejar bahkan melampaui Vietnam.

Negara yang Masih Tertinggal dalam Pemulihan

Menariknya, laporan UNWTO juga menyoroti negara-negara yang justru belum mampu kembali ke angka kunjungan pra-pandemi. Beberapa contohnya adalah:

  • Filipina, minus 34,2%.
  • Peru, turun 25,5%.
  • Hungaria, minus 22,3%.
  • Afrika Selatan, minus 12,8%.
  • Australia, minus 12,6%.
  • Italia, minus 10,5%.
  • Kanada, turun sekitar 10%.

Data ini menunjukkan bahwa meskipun tren global sudah beranjak pulih, tidak semua negara bergerak dengan kecepatan yang sama.

Kesimpulan

Capaian Vietnam dalam menduduki posisi ke-4 dunia untuk pertumbuhan pariwisata tercepat merupakan bukti nyata strategi dan daya tarik negara tersebut berhasil. Dengan lonjakan hampir 40%, Vietnam tidak hanya mengalahkan Indonesia, tetapi juga menyalip banyak negara lain yang secara tradisional lebih dikenal sebagai destinasi wisata utama.

Bagi Indonesia, perbedaan ini menjadi bahan refleksi. Potensi alam dan budaya kita sangat kaya, tetapi tanpa strategi promosi yang tepat, perbaikan infrastruktur, dan dukungan regulasi yang memudahkan, sulit untuk bersaing dalam kancah global.

Meski demikian, peluang masih terbuka lebar. Dengan kolaborasi pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat, bukan tidak mungkin Indonesia suatu hari nanti bisa kembali menduduki posisi puncak pertumbuhan pariwisata dunia.

Design a site like this with WordPress.com
Get started